Selasa, 03 Mei 2016

Penalaran Deduktif dan Induktif

Untuk dapat menemukan pokok -pokok informasi yang disampaikan dengan mudah, maka kita bisa membuat rangkuman atau simpulan dari informasi tersebut. Menyimpulkan berarti menyusun atau membuat ikhtisar informasi dengan menggunakan beberapa kalimat yang singkat dan padat.
Penyusunan simpulan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara pendekatan, yakni induksi dan pendekatan deduksi. Induksi berisfat genearlisasi, sedangkan deduksi bersifat spesifikasi atau pengkhususan. Dalam hal penalaran, baik induksi mau pun deduksi ini ebkerja sama. Artinya, hal -hal khusus menuntun menuju generalisasi, dan generalisasi ini kemudian menggiring pada penerapan atau spesifikasi.
Ketika kita menerapkan generalisasi yang dihasilkna dari penalaran induktif, maka saat itu kita juga melakukan penalaran deduktif. 


Penalaran Deduktif

Pola penalaran deduktif diawali dengan cara mengemukakan pernyataan yang umum lalu diiukit dengan pernyataan -pernyataan khusus. Penalaran deduktif ini terdari dari tiga bentuk, yakni : (1) silogisme, (2) sebab -akibat -akibat, (3) dan akibat -sebab -sebab.

Tiga bentuk penalaran deduktif:
(1) silogisme
Silogisme merupakan proses pengambilan simpulan yang dilakukan dengan cara mengungkapkan terlebih dahulu pernyataan yang bersifat umum atau premis umum. Kemudian disusul dengan pernyataan khusus atau premis khusus.

(2) sebab -akibat -akibat
Pola ini diawali dengan pengungkapan fakta yang merupakan sebab, kemudian disusul dengan simpulan yang berupa akibat.

(3) akibat -sebab -sebab
Pola ini dimulai dengan pernyataan yang merupkaan akibat. Baru berikutnya ditelusuri penyebabnya.

Contoh  Penalaran Deduktif:
-Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
kesimpulan —> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
Ada 2 macam penalaran deduktif
Menarik simpulan secara Langsung
Menarik simpulan secara Tidak Langsung
menarik Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis. sedangkan menarik secara tidak langsung merupakan kebalikan dari secara langsung dimana pada secara tidak langsung membutuhkan 2 buah premis sebagai datanya.

Penalaran Induktif

Pola penalaran induktif merupakan penalaran yang dimulai dari pengungkapan hal -hal yang khusus, kemudian ditarik suatu simpulan yang bersifat umum. Pola -pola penalaran induktif ini terdiri dari pola yang meliputi : (1) generalisasi, (2) sebab -sebab -akibat, (3) akibat -akibat -sebab, (4) analogi.

Pola penalaran induktif :
(1) generalisasi
Generalisasi merupakan pengambilan simpulan umum yang berdasarkan pada fakta dan data yang bersifat khusus. Data dan fakta ini diperoleh melalui penilaian, pengamatan atau pun hasil survey.

(2) sebab -sebab -akibat
Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta -fakta yang menjadi sebab. Kemudian ditarik kesimpulan yang merupakan akibat.

(3) akibat -akibat -sebab
Pola ini dimulai dengan mengungkapkan fakta -fakta yang merupakan akibat, kemudian dikemukakan peristiwa yang menjadi penyebabnya.

(4) analogi
Analogi merupakan pola pengambilan simpulan yang dilakukan dengan mengambil kesamaan dari suatu hal yang diperbandingkan. Biasanya, dua hal atau lebih yang dibandingkan dianggap memiliki kesamaan sifat dasarnya.

Contoh Penalaran Induktif :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran diibukota.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin)
Bola billiar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak).

Sumber:

Resensi Film Avengers: Age of Ultron

Avengers Age of Ultron.jpg

SutradaraJoss Whedon
ProduserKevin Feige
SkenarioJoss Whedon
BerdasarkanThe Avengers
karya Stan Lee
Jack Kirby
Pemeran
MusikBrian Tyler
SinematografiBen Davis
Perusahaan
produksi
DistributorWalt Disney Studios
Motion Pictures
Tanggal rilis
Durasi141 menit
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
Anggaran$279.9 juta
Pendapatan kotor$1.383 milyar


Avengers: Age of Ultron adalah sebuah film pahlawan super berdasarkan komik Avengers, produksi Marvel Studios dan didistribusikan oleh Walt Disney Studios Motion Pictures. Film ini merupakan sekuel Dunia Sinematik Marvel dari Marvel's Avengers. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Joss Whedon dan dperankan oleh Robert Downey, Jr.Chris HemsworthMark RuffaloChris EvansScarlett JohanssonJeremy RennerDon CheadleAaron JohnsonElizabeth OlsenPaul BettanyCobie SmuldersStellan SkarsgårdJames Spader, dan Samuel L. Jackson.

Sinopsis

Film ini dibuka dengan adegan para Avengers menyerang markas Hydra yang dipimpin oleh Baron Wolfgang von Strucker. Target utama mereka adalah merebut tongkat Loki yang digunakan Hydra untuk bereksperimen membentuk manusia super. Usaha mereka berhasil, tongkat Loki dapat direbut.
Sebagai ilmuwan, Tony Stark atau Iron Man memiliki ketertarikan khusus pada tongkat Loki. Ia ingin melengkapi program pelindung yang ia sebut ULTRON. Ia mendapat izin dari Thor untuk meneliti tongkat tersebut. Bersama Bruce Banner (Hulk), Tony mendapati otak super komputer di tongkat Loki yang massanya lebih besar daripada otak komputer JARVIS milik Tony. Kedua otak komputer ini dihubungkan secara offline. Ketika mereka terhubung, otak dalam permata Loki menguasai otak Jarvis yang penuh informasi misi Avengers. Hasilnya, Ultron yang digagas Tony memiliki otak super canggih dengan informasi kehancuran yang dibuat para Avengers. Ultron berfikir bahwa bumi dalam bahaya dan ia harus menyelamatkan bumi meski harus membunuh lebih banyak manusia di prosesnya. Untuk mengalahkan seluruh Avengers, sebuah tubuh super canggih harus dibuat. Ultron dan si kembar, Pietro Maximoff (Quicksilver) dan Wanda Maximoff (Scarlet Witch) bersatu untuk satu tujuan ini.
Ketiganya ke Afrika untuk mengambil Vibrarium (besi imaginer yang digunakan untuk membuat perisai Captain Amerika). Di sini mereka diserang oleh Avengers yang tahu rencana mereka. Wanda memanipulasi otak mereka dan mengacaukan pertarungan. Masing-masing Avengers (kecuali Iron Man dan Hawkeye) melihat ketakutan terbesar mereka. Namun sebenarnya, sasaran utama Wanda adalah Hulk yang sulit dikendalikan. Hulk mengamuk dan membuat banyak kehancuran di kota. Hanya tersisa Iron Man yang terpaksa mengeluarkan program VERONICA yang memang disiapkan untuk menahan kemarahan Hulk jika tidak ada Natasha Romanov. VERONICA adalah Iron Man raksasa seukuran Hulk.
Dunia mengutuk para Avengers atas kehancuran kota. Para Avengers sendiri juga perlu menjernihkan pikiran mereka yang dimanipulasi oleh Wanda. Mereka bersembunyi di rumah Hawkeye yang ternyata memiliki istri dan anak. Para Avengers yang hebat bersembunyi sampai akhirnya Fury datang untuk membujuk mereka kembali. Banner memutuskan mengundurkan diri dari Avangers jika Ultron sudah terkalahkan. Romanov menyatakan akan menemaninya kemana pun.
Setelah bahan dasar vibrarium didapat, Ultron dan si kembar memaksa Dr Helen Cho untuk membuat tubuh baru untuk Ultron. Gabungan dari teknologi temuan DrCho, vibranium dan permata di tongkat loki bisa membentuk tubuh sempurna Ultro yang tak terkalahkan. Ketika Ultron mulai memasukkan dirinya ke tubuh itu, Wanda melihat tujuan Ultron adalah untuk menghancurkan dunia. Si kembar memutuskan bergabung dengan para Avengers untuk merebut tubuh baru diciptakan Ultron. Mereka berhasil merebutnya dan mengirim ke Tony Stark. Sekali lagi, atas nama perdamaian, Tony Stark mengupload Jarvis ke dalam tubuh tersebut. Para Avengers sempat saling berselisih. Kali ini Tony Stark didukung Thor yang mengetahui permata di tongkat Loki adalah satu dari 7 permata infinite di dunia. Penciptaan robot ini bagian dari visi yang dilihat oleh Thor. Robot baru ini bernama Vision. Setelah yakin Vision di pihak mereka, para Avengers dan sekutu baru segera berangkat ke Sokovia kembali untuk menggagalkan rencana Ultron menghancurkan dunia.
Pertarungan terakhir antara Ultron Jahat dengan semua Avengers dan sekutu baru mereka di mulai. Diawali dengan mengungsikan seluruh penduduk keluar dari Sokovia. Mereka harus bertarung dengan ribuan robot ciptaan Ultron.

Sumber

Selasa, 03 November 2015

UsahaKu (Reynaldi Ali Hekmatiar - 17113479 - Tugas Softskill)

Usaha ini dibentuk pada awal tahun 2015, pada awal pembentukan usaha ini kami hanya mempekerjakan 20 orang. Pada tahun2 awal usaha kami mengalami kendala dalam hal modal dan produksi, namun pada tahun pertama kami merekrut sebagian orang untuk bergabung bersama kami. Usaha coklat dengan varian rasa ini kami targetkan untuk pasar anak muda yang kemungkinan besar sangat menyukai coklat. Kami menjual coklat dengan range harga Rp. 50.000 - Rp. 150.000 dengan inovasi terbaru produk kami mengeluarkan varian rasa yang lebih beragam antara lain:




Coklat Redberry / Rp. 90.000



Coklat susu / Rp. 80.000

Coklat Greentea / Rp. 85.000



Strawberry Coklat / Rp. 77.000
Dark Coklat / Rp.75.000        




Rabu, 06 Mei 2015

BUDAYA , KREATIVITAS DAN INOVASI

A. Pengertian budaya organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

B. Fungsi budaya organisasi
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1.Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

C. Tiplogi budaya organisasi
 Ada beberapa tipologi budaya organisasi. Kotter dan Heskett (1998) mengkategorisasi jenis budaya organisasi menjadi tiga yaitu budaya kuat dan budaya lemah; budaya yang memiliki kecocokan strategik dan budaya adaptif. Organisasi yang berbudaya kuat biasanya dapat dilihat oleh orang luar sebagai memilih suatu gaya tertentu. Dalam budaya organisasi yang kuat ini nilai-nilai yang dianut bersama itu dikonstruksi ke dalam semacam pernyataan misi dan secara serius mendorong para manajer untuk mengikutinya. Karena akar-akarnya sudah mendalam, gaya dan nilai budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun ada pergantian pimpinan.

D. Kreativitas individu dan tim
 Kreativitas individu dan tim memiliki hubungan yang cukup besar terhadap perkembangan organisasi, karena untuk melakukan inovasi sebuah organisasi membutuhkan ide-ide kreatif dari para anggotanya dan diperlukan juga kerjasama dari semua anggota yang ada. Sebuah inovasipun dapat diciptakan dari terjadinya proses bertukar pikiran antar anggota organisasi. 

E. Proses inovasi 
- Tahap pengetahuan
- Tahap bujukan
- Tahap keputusan
- Tahap implementasi
- Tahap konfirmasi

Referensi
www.wikipedia.com 
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/ 
http://www.psychologymania.com/2013/01/tipologi-budaya-organisasi.html 
http://dian-ratnas.blogspot.com/2013/06/kreatifitas-individu-dan-tim-proses.html 
http://indaharitonang-fakultaspertanianunpad.blogspot.com/2013/06/definisi-sistem-inovasi-dan-tahapan.html  

Kamis, 30 April 2015

Perubahan & Pengembangan Organisasi (Teori Organisasi Umum 2)

1. Definisi
Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, dan nilai-nilai. Kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai SDA, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan adalah beberapa contoh factor-faktor lingkungan yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan maupun langgganan dalam tahun-tahun terakhir. Berbagai kekuatan eksternal dari kemajuan teknologi sampai kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode operasinya.

A. Kekuatan-kekuatan perubahan eksternal, meliputi :
1.      Kebudayaan
2.      Pendidikan
3.      Sosial
4.      Politik
5.      Ekonomi
6.      Teknologi

 B. Kekuatan-kekuatan internal
Kekuatan-kekuatan pengubah internal merupakan hasil dari factor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru serta sikap dan perilaku para karyawan. Sikap dan ketidak puasan karyawan seperti ditunjukkan dalam tingkat perputaran atau pemogokan, dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam kebijaksanaan dan praktek manajemen.

Kekuatan-kekuatan perubahan internal, meliputi :
1. Kegiatan-kegiatan karyawan
2. Tujuan organisasi
3. Strategi dan kebijaksanaa
4. Teknologi

C. Proses Perubahan
Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.

Proses perubahan, yaitu:
Mengadakan pengkajian.Mengadakan identifikasi.Menetapkan perubahan.Menentukan strategi.Melakukan evaluasi.

2. Langkah-langkah komprehensif dalam proses perubahan ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. 

Langkah-langkah tersebut yaitu:
- Mengenali kebutuhan akan perubahan.
- Menetapkan tujuan perubahan.
- Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan.
- Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan.
- Merencanakan implementasi untuk perubahan.
- Mengimplementasikan perencanaan perubahan.
- Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut.

Referensi
www.wikipedia.com
http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47682796982/perubahan-dan-pengembangan-organisasi
https://dadangpramono.wordpress.com/2013/10/27/perubahan-dan-perkembangan-organisasi/



Desain dan Struktur Organisasi (Teori Organisasi Umum 2)

1. Dimensi strukrur organisasi
A. Kompleksitas, mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.

Diffrensiasi :
a. Diffrensiasi horizontal   ->  merujuk pada tingkat diffrensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan tingkat pendidikan dan pelatihannya.
b. Diffrensiasi vertical  -  merujuk pada kedalaman struktur Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control)
c. Diferensiasi Spasial  - tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan personalia sebuah
organisasi tersebar secara geografis.

B.  Formalisasi, yaitu sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.
Keuntungan adanya standarisasi :
— Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman
— Memudahkan koordinasi
— Adanya penghematan
a. Bersifat eksternal bagi pegawai  ->peraturan, prosedur, dan aturan ditetapkan secara terinci, dikodifikasi, & dilaksanakan melalui pengawasan langsung.
b. Perilaku yang diinternalkan, melalui nilai, norma
Pola perilaku yg diharapkan bagi pekerjaan &
Organisasi.  Misal :melalui pelatihan & budaya organisasi

C. Sentralisasi, tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik  tunggal di dalam organisasi.
-Sentralisasi
-Desentralisasi
       
Hambatan sentralisasi :
— Hanya memperhatikan struktur formal.
— Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.
— Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.
— Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.

 2. Model desain Organisasi

PEMBAGIAN KERJA / spesialisasi
:Proses membagi pekerjaan ke dalam
pekerjaan yang relatif khusus guna
mencapai keunggulan spesialisasi
- Pembagian kerja dapat berdasarkan:
1. Keahlian personal
2. Spesialisasi horisontal
3. Spesialisasi vertikal

Referensi
www.wikipedia.com
http://desain-struktur-organisasi/2013/


                               


Sabtu, 04 April 2015

Tugas 2 Teori Kelompok (Teori Organisasi Umum #2)

A. Pengertian Kelompok
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat “ the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence “. Sedangkan H.Smith menguraikan bahwa kelompok adlah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya melalui cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar angggota kelompok dapat menimbulkan kerja ama apabila masing-masing anggota kelompok :
1. Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
2. Adanya saling menghormati diantara anggota-anggotanya
3. Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
4. Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok
B. Kelompok dan Pengukurannya
Indivudu sebagai insan yang berbudaya menyandang fungsi ganda, yaitu sebagai makhluk individu (biologis) dan sebagai makhluk sosial (social beings). Sebagai makhluk individu, ia sesring diliput oleh kecenderungan-kecenderungan (keinginan-keinginan). Sebagai mkhluk sosial, ia cenderung berkelompok dua orang atau lebih yang mempunyai obyek perhatian yang sama, saling pengaruh-mempengaruhi, memupuk kepercayaan dan loyalitas serta berpartisipasi dalam kegiatan yang sama untuk memenuhi kebutuhannya. Ia menagadakan interaksi dengan individu lainya. Mereka mengembangkan ieolodi kelompok yang mengatur dan mengarahkan sikap dan tindakannya, saling pengaruh mempengaruhi alam memenuhi keputusannya.

1. (Aspek-Aspek Dinamika dalam Kelompok)
Memahami dinamika suatu kelompok berarti memahami kekuatan-kekuatan yang timbul dari berbagai sisi yang terjadi di dalam kelompok. Lewin (1951), Cartwright (1968) dan Schen
(1969) mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan kelompok tersebut meliputi :
1. Tujuan Kelompok
Tujuan Kelompok merupakan alah satu aspek dinamika. Tujuan kelompok merupakan gambaran tentang sesuatu hasil yang diharapkan tercapai oleh kelompok. Proses untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan berbagai usaha meskipun masih sering terlambat, karena kebutuhan dan tujuan setiap anggota berlainan satu sama lain, kebutuhan dan tujuan yang terucapkan sering berbeda dengan yang terasa dan tujuan yang diharapkan tidak selamanya sama
a. Kebutuhan Dasar Individu
Maslow yang terkenal dengan konsep “Dynamic of Human Motivication” berpendapat bahwa motivation and its resultan behavior bersumber dari dalam untuk merespon kebutuhan manusia bervariasi dan tersusun secara hirarhis. Kebutuhan yang lebih tinggi hanya akan ada sebagai motivator dan tidak dapat terwujud bila kebutuhan jenjang di bawahnya belum terpenuhi. Perwujudan diri itulah yang merupakan kebutuhan manusia yang paling fundamental dan yang terpenting.
b. Minat Kelompok
Konsep kebutuhan dan minat sering dipakai secara simultan. Kebutuhan sifatnya lebih mendasar dan bertalian erat dengan motivasi manusia, sedangkan minat lebih dominan dan lebih konkrit. Minat bersumber dari pengalaman hidup seseorang. Pengalaman menunjukan bahwa kelompok-kelompok yang lebih homogen minat dan nilai-nilainya lebih cepat berpartisipasi dari pada yang heterogen, karena yang homogen biasanya memiliki sikap-sikap yang sama.
c. Nilai-Nilai
Agar tujuan-tujuan yang ingin dicapai relevan dengan kepentingan anggota, maka kebutuhan dan tujuan hendaknya diseleksi menurut prioritas kebutuhan. Untuk menentukan dan menetapkan kebutuhan dan tujuan yang “mosturgent”, Rath dan kawan- kawan (Ingalls, 1973) mengajukan tujuh kriteria dalam mengadakan penilaiannya, yaitu :
1. Memilih secara bebas
2. Memilih dari sejumlah alternatif
3. Memilih setelah mempertimbangkan secara teliti mengenai konsekuensi alternatif
4. Menghargai dan menjunjung tinggi apa yang telah di putuskan atau dipilih.
5. Memperkuat dan mensahkan, artinya kita harus bangga terhadap apa yang telah dipilih

Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan.
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

Tahap 2 - Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.

Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

Referensi
erlanggaba.blogspot.com/.../proses-dan-tahap-pembentukan-kelompok
repository.usu.ac.id/.../Chapter%20II.pdf
http://file.upi.edu
www.wikipedia.com