
Untuk dapat menemukan pokok -pokok informasi yang disampaikan dengan mudah, maka kita bisa membuat rangkuman atau simpulan dari informasi tersebut. Menyimpulkan berarti menyusun atau membuat ikhtisar informasi dengan menggunakan beberapa kalimat yang singkat dan padat.
Penyusunan simpulan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara pendekatan, yakni induksi dan pendekatan deduksi. Induksi berisfat genearlisasi, sedangkan deduksi bersifat spesifikasi atau pengkhususan. Dalam hal penalaran, baik induksi mau pun deduksi ini ebkerja sama. Artinya, hal -hal khusus menuntun menuju generalisasi, dan generalisasi ini kemudian menggiring pada penerapan atau spesifikasi.
Ketika kita menerapkan generalisasi yang dihasilkna dari penalaran induktif, maka saat itu kita juga melakukan penalaran deduktif.
Penalaran Deduktif
Pola penalaran deduktif diawali dengan cara mengemukakan pernyataan yang umum lalu diiukit dengan pernyataan -pernyataan khusus. Penalaran deduktif ini terdari dari tiga bentuk, yakni : (1) silogisme, (2) sebab -akibat -akibat, (3) dan akibat -sebab -sebab.
Tiga bentuk penalaran deduktif:
(1) silogisme
Silogisme merupakan proses pengambilan simpulan yang dilakukan dengan cara mengungkapkan terlebih dahulu pernyataan yang bersifat umum atau premis umum. Kemudian disusul dengan pernyataan khusus atau premis khusus.
(2) sebab -akibat -akibat
Pola ini diawali dengan pengungkapan fakta yang merupakan sebab, kemudian disusul dengan simpulan yang berupa akibat.
(3) akibat -sebab -sebab
Pola ini dimulai dengan pernyataan yang merupkaan akibat. Baru berikutnya ditelusuri penyebabnya.
Contoh Penalaran Deduktif:
-Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
kesimpulan —> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
Ada 2 macam penalaran deduktif
Menarik simpulan secara Langsung
Menarik simpulan secara Tidak Langsung
menarik Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis. sedangkan menarik secara tidak langsung merupakan kebalikan dari secara langsung dimana pada secara tidak langsung membutuhkan 2 buah premis sebagai datanya.
Penalaran Induktif
Pola penalaran induktif merupakan penalaran yang dimulai dari pengungkapan hal -hal yang khusus, kemudian ditarik suatu simpulan yang bersifat umum. Pola -pola penalaran induktif ini terdiri dari pola yang meliputi : (1) generalisasi, (2) sebab -sebab -akibat, (3) akibat -akibat -sebab, (4) analogi.
Pola penalaran induktif :
(1) generalisasi
Generalisasi merupakan pengambilan simpulan umum yang berdasarkan pada fakta dan data yang bersifat khusus. Data dan fakta ini diperoleh melalui penilaian, pengamatan atau pun hasil survey.
(2) sebab -sebab -akibat
Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta -fakta yang menjadi sebab. Kemudian ditarik kesimpulan yang merupakan akibat.
(3) akibat -akibat -sebab
Pola ini dimulai dengan mengungkapkan fakta -fakta yang merupakan akibat, kemudian dikemukakan peristiwa yang menjadi penyebabnya.
(4) analogi
Analogi merupakan pola pengambilan simpulan yang dilakukan dengan mengambil kesamaan dari suatu hal yang diperbandingkan. Biasanya, dua hal atau lebih yang dibandingkan dianggap memiliki kesamaan sifat dasarnya.
Contoh Penalaran Induktif :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran diibukota.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin)
Bola billiar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak).
Bola billiar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak).
Sumber:
0 komentar:
Posting Komentar