Jumat, 22 November 2013

Generasi Muda

Peran strategis pemuda dalam pembangunan nasional sangatlah penting artinya dan telah dibuktikan didalam berbagai peran pemuda seiring dengan perjalanan suatu bangsa. Pemuda adalah generasi penerus bangsa dan penentu masa depan sebuah bangsa. Tetapi, para pemuda inipun memiliki masalah yang selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubunganya dengan generasi yang lebih tua. Masalah yang dialami biasanya berhubungan dengan nilai-nilai dalam masyarakat. Masalah kepemudaan yang lain adalah belum atau kurang mandirinya dalam hal ekonomi dan kurang dewasa dari segi psikologis.  Dekan FISIP UNSOED Ali Rokhman, Ph.D. Hadir sebagai narasumber ahli bahasa dan sastra Indonesia yaitu Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum (Dosen FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta), Dra. Dad Murniah, M.Hum (Kepala Sub Bidang Bantuan Teknis Badan Bahasa Jakarta) dan Drs. Bambang Lelono, M.Hum (Dosen Sastra Indonesia UNSOED). Dalam paparannya, narasumber menyatakan bahwa bahasa menjadi alat komunikasi yang mampu mewariskan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Bahasa Indonesia dan daerah memiliki banyak sumbangan terhadap perkembangan bahasa Indonesia, dimana didalamnya terkandung banyak nilai-nilai karakter sebagi sumber kearifan bangsa. Pendidikan karakter tidak hanya sebagi konsep, tetapi harus menjadi visi bersama untuk diwujudkan melalui berbagai bidang keahlian dan profesionalisme, baik guru dan dosen sebagi upaya transfer nilai moral dan membentuk moral generasi muda Indonesia. Menurut UU No. 24 Tahun 2009 tentang bahasa, bendera dan lagu kebangsaan, kedudukan bahasa Indonesia semakin kuat, karena semua kegiatan ilmiah di semua jenjang dan tingkat nasional maupun internasional harus menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini akan meningkatkan kebanggan memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia bagi warga negaranya. Melalui proses sosialisasi, seorang generasi muda akan terwanai cara berfikir dan kebiasan-kebiasaan hidupnya, dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan, dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan kebudayaan, dari keadaan tidak atau belum. Tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab , kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk, dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cari hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya agar dapat berperan dan fungsi dalam kelompoknya, Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan, berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya, oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang, kedirian (Self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya.

A. Pemuda
Pemuda adalah mereka yang berumur 15-30 tahun, tetapi ada juga yang mengatakan pria sekitar umur 11-12 tahun, sedangkan wanita sekitar 9 tahun.
Macam-macam pemuda terdapat empat golongan:
1. Pemuda urakan.
Pemuda yang ingin berkehendak tanpa memperhatikan peraturan yang ada.
2. Pemuda nakal.
Pemuda yang cenderung memanfaatkan perubahan yang baik dalam suatu bangsa menjadi perubahan yang jelek.
3. Pemuda revolusioner
Pemuda yang mengadakan suatu perubahan bangsa secara besar-besaran.
4. Pemuda yang sholeh
Pemuda yang mempunyai sifat ulil albab.

Sedangkan hubungan pemuda dalam individu, keluarga, dan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Sebagai individu
Pemuda sebagai individu adalah orang yang sejak lahir sudah mempunyai cirri-ciri klhas watak seorang ondividu yang konsisten danmemberikan identitas yang khusus bagi para pemuda untuk membentuk suatu kepribadian yang dimilki para pemuda.
2. Keluarga
Hubungan pemuda denagn keluarga sangat erat sekali setelah individu sudah melekat dihati para pemuda , keluarga juga sangat juga berpengaruh terhadap para pemuda karena sejak lahir para pemuda sudah berhadapan dengan anggota keluarga, ayah dan ibu terutama keluarga juga merupakan pendidikan atau guru yang pertama bagi individu dan membentuk sikap-sikap individu terhadap para pemuda untuk menciptakan para pemuda menjadi pemuda yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan mempunyai perilaku yang baik.
3. Hubungan pemuda dan masyarakat kita telah kita ketahui bahwa masyarakat terdiri dari berbagai etnis, kelompok, dan aturan, belum tentu juga aturan setiap pemuda dimasyarakat itu sama atau memiliki norma yang sejalan, kadang juga masyarakat yang satu membolehkan pemuda dan ada juga masyarakat yang tidak membolehkan pemuda. Demikian pula sosialisasi dari pemuda yang bersalakan dari masyarakat perkotaan dan pedesaan yaitu hubungan yang rasional impersonal yang tidak intim pada masyarakat kota sebaliknya tidak rasional, personal dan intim pada masrakat pedesaan, artinya para pemuda harus mengerti norma dan peraturan yang ada didalam semua masyarakat sehingga para pemuda tidak melakukan hal – hal yang tidak baik dan dapat mencegah pertengkaran antar pemuda yang berbeda dari masyarakat. Begitu pun dengan sosial yang harus berhungan langsung dengan individual yang dimiliki setiap manusia, dan itu berhungan langsung dengan masyarakat dan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

sumber / referensi

http://mamz.weebly.com/pemuda-dan-sosialisasi.html

http://fisip.unsoed.ac.id/content/bahasa-dan-sastra-pembentuk-nilai-moral-generasi-muda 

 http://tantanoxavia.wordpress.com/2012/10/22/pemuda-dan-sosialisasi/

http://donlotsopwer.blogspot.com/2011/10/hubungan-pemuda-dan-sosialisasi-dalam.html 

 https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3040965509853260124#editor/target=post;postID=2957605546805558148




0 komentar:

Posting Komentar