Peran strategis pemuda dalam
pembangunan nasional sangatlah penting artinya dan telah dibuktikan
didalam berbagai peran pemuda seiring dengan perjalanan suatu bangsa.
Pemuda adalah generasi penerus bangsa dan penentu masa depan sebuah
bangsa. Tetapi, para pemuda inipun memiliki masalah yang selalu dialami
oleh setiap generasi dalam hubunganya dengan generasi yang lebih tua.
Masalah yang dialami biasanya berhubungan dengan nilai-nilai dalam
masyarakat. Masalah kepemudaan yang lain adalah belum atau kurang
mandirinya dalam hal ekonomi dan kurang dewasa dari segi psikologis. Dekan FISIP UNSOED Ali Rokhman, Ph.D.
Hadir sebagai narasumber ahli bahasa dan sastra Indonesia yaitu Dr.
Muhammad Rohmadi, M.Hum (Dosen FKIP Universitas Sebelas Maret
Surakarta), Dra. Dad Murniah, M.Hum (Kepala Sub Bidang Bantuan Teknis
Badan Bahasa Jakarta) dan Drs. Bambang Lelono, M.Hum (Dosen Sastra
Indonesia UNSOED).
Dalam paparannya, narasumber menyatakan
bahwa bahasa menjadi alat komunikasi yang mampu mewariskan nilai-nilai
luhur budaya bangsa. Bahasa Indonesia dan daerah memiliki banyak
sumbangan terhadap perkembangan bahasa Indonesia, dimana didalamnya
terkandung banyak nilai-nilai karakter sebagi sumber kearifan bangsa.
Pendidikan karakter tidak hanya sebagi konsep, tetapi harus menjadi visi
bersama untuk diwujudkan melalui berbagai bidang keahlian dan
profesionalisme, baik guru dan dosen sebagi upaya transfer nilai moral
dan membentuk moral generasi muda Indonesia. Menurut UU No. 24 Tahun
2009 tentang bahasa, bendera dan lagu kebangsaan, kedudukan bahasa
Indonesia semakin kuat, karena semua kegiatan ilmiah di semua jenjang
dan tingkat nasional maupun internasional harus menggunakan bahasa
Indonesia. Hal ini akan meningkatkan kebanggan memiliki dan menggunakan
bahasa Indonesia bagi warga negaranya. Melalui proses sosialisasi, seorang generasi muda akan terwanai cara
berfikir dan kebiasan-kebiasaan hidupnya, dengan demikian, tingkah laku
seseorang akan dapat diramalkan, dengan proses sosialisasi, seseorang
menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah
masyarakat dan lingkungan kebudayaan, dari keadaan tidak atau belum. Tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab , kedirian dan
kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk, dalam hal ini
sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui
belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cari hidup dan bagaimana cara
berfikir kelompoknya agar dapat berperan dan fungsi dalam kelompoknya,
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayan dari anggota
masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan
lingkungan sosial yang bersangkutan, berbeda dengan inkulturasi yang
mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu,
sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui
pendidikan dan perkembangannya, oleh karena itu proses sosialisasi
melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang, kedirian (Self) sebagai
suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan
memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya.
A. Pemuda
Pemuda adalah mereka yang berumur 15-30 tahun, tetapi ada juga yang
mengatakan pria sekitar umur 11-12 tahun, sedangkan wanita sekitar 9
tahun.
Macam-macam pemuda terdapat empat golongan:
1. Pemuda urakan.
Pemuda yang ingin berkehendak tanpa memperhatikan peraturan yang ada.
2. Pemuda nakal.
Pemuda yang cenderung memanfaatkan perubahan yang baik dalam suatu bangsa menjadi perubahan yang jelek.
3. Pemuda revolusioner
Pemuda yang mengadakan suatu perubahan bangsa secara besar-besaran.
4. Pemuda yang sholeh
Pemuda yang mempunyai sifat ulil albab.
Sedangkan hubungan pemuda dalam individu, keluarga, dan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Sebagai individu
Pemuda sebagai individu adalah orang yang sejak lahir sudah mempunyai
cirri-ciri klhas watak seorang ondividu yang konsisten danmemberikan
identitas yang khusus bagi para pemuda untuk membentuk suatu kepribadian
yang dimilki para pemuda.
2. Keluarga
Hubungan pemuda denagn keluarga sangat erat sekali setelah individu
sudah melekat dihati para pemuda , keluarga juga sangat juga
berpengaruh terhadap para pemuda karena sejak lahir para pemuda sudah
berhadapan dengan anggota keluarga, ayah dan ibu terutama keluarga juga
merupakan pendidikan atau guru yang pertama bagi individu dan
membentuk sikap-sikap individu terhadap para pemuda untuk menciptakan
para pemuda menjadi pemuda yang mempunyai pendidikan yang tinggi dan
mempunyai perilaku yang baik.
3. Hubungan pemuda dan masyarakat kita telah kita ketahui bahwa
masyarakat terdiri dari berbagai etnis, kelompok, dan aturan, belum
tentu juga aturan setiap pemuda dimasyarakat itu sama atau memiliki
norma yang sejalan, kadang juga masyarakat yang satu membolehkan pemuda
dan ada juga masyarakat yang tidak membolehkan pemuda. Demikian pula
sosialisasi dari pemuda yang bersalakan dari masyarakat perkotaan dan
pedesaan yaitu hubungan yang rasional impersonal yang tidak intim pada
masyarakat kota sebaliknya tidak rasional, personal dan intim pada
masrakat pedesaan, artinya para pemuda harus mengerti norma dan
peraturan yang ada didalam semua masyarakat sehingga para pemuda tidak
melakukan hal – hal yang tidak baik dan dapat mencegah pertengkaran
antar pemuda yang berbeda dari masyarakat. Begitu pun dengan sosial yang harus berhungan langsung dengan individual yang dimiliki setiap manusia, dan itu berhungan langsung dengan masyarakat dan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi
adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas
yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama
dalam satu komunitas yang teratur.
sumber / referensi