Selasa, 03 November 2015

UsahaKu (Reynaldi Ali Hekmatiar - 17113479 - Tugas Softskill)

Usaha ini dibentuk pada awal tahun 2015, pada awal pembentukan usaha ini kami hanya mempekerjakan 20 orang. Pada tahun2 awal usaha kami mengalami kendala dalam hal modal dan produksi, namun pada tahun pertama kami merekrut sebagian orang untuk bergabung bersama kami. Usaha coklat dengan varian rasa ini kami targetkan untuk pasar anak muda yang kemungkinan besar sangat menyukai coklat. Kami menjual coklat dengan range harga Rp. 50.000 - Rp. 150.000 dengan inovasi terbaru produk kami mengeluarkan varian rasa yang lebih beragam antara lain:




Coklat Redberry / Rp. 90.000



Coklat susu / Rp. 80.000

Coklat Greentea / Rp. 85.000



Strawberry Coklat / Rp. 77.000
Dark Coklat / Rp.75.000        




Rabu, 06 Mei 2015

BUDAYA , KREATIVITAS DAN INOVASI

A. Pengertian budaya organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

B. Fungsi budaya organisasi
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1.Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

C. Tiplogi budaya organisasi
 Ada beberapa tipologi budaya organisasi. Kotter dan Heskett (1998) mengkategorisasi jenis budaya organisasi menjadi tiga yaitu budaya kuat dan budaya lemah; budaya yang memiliki kecocokan strategik dan budaya adaptif. Organisasi yang berbudaya kuat biasanya dapat dilihat oleh orang luar sebagai memilih suatu gaya tertentu. Dalam budaya organisasi yang kuat ini nilai-nilai yang dianut bersama itu dikonstruksi ke dalam semacam pernyataan misi dan secara serius mendorong para manajer untuk mengikutinya. Karena akar-akarnya sudah mendalam, gaya dan nilai budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun ada pergantian pimpinan.

D. Kreativitas individu dan tim
 Kreativitas individu dan tim memiliki hubungan yang cukup besar terhadap perkembangan organisasi, karena untuk melakukan inovasi sebuah organisasi membutuhkan ide-ide kreatif dari para anggotanya dan diperlukan juga kerjasama dari semua anggota yang ada. Sebuah inovasipun dapat diciptakan dari terjadinya proses bertukar pikiran antar anggota organisasi. 

E. Proses inovasi 
- Tahap pengetahuan
- Tahap bujukan
- Tahap keputusan
- Tahap implementasi
- Tahap konfirmasi

Referensi
www.wikipedia.com 
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/ 
http://www.psychologymania.com/2013/01/tipologi-budaya-organisasi.html 
http://dian-ratnas.blogspot.com/2013/06/kreatifitas-individu-dan-tim-proses.html 
http://indaharitonang-fakultaspertanianunpad.blogspot.com/2013/06/definisi-sistem-inovasi-dan-tahapan.html  

Kamis, 30 April 2015

Perubahan & Pengembangan Organisasi (Teori Organisasi Umum 2)

1. Definisi
Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, dan nilai-nilai. Kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai SDA, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan adalah beberapa contoh factor-faktor lingkungan yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan maupun langgganan dalam tahun-tahun terakhir. Berbagai kekuatan eksternal dari kemajuan teknologi sampai kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode operasinya.

A. Kekuatan-kekuatan perubahan eksternal, meliputi :
1.      Kebudayaan
2.      Pendidikan
3.      Sosial
4.      Politik
5.      Ekonomi
6.      Teknologi

 B. Kekuatan-kekuatan internal
Kekuatan-kekuatan pengubah internal merupakan hasil dari factor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru serta sikap dan perilaku para karyawan. Sikap dan ketidak puasan karyawan seperti ditunjukkan dalam tingkat perputaran atau pemogokan, dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam kebijaksanaan dan praktek manajemen.

Kekuatan-kekuatan perubahan internal, meliputi :
1. Kegiatan-kegiatan karyawan
2. Tujuan organisasi
3. Strategi dan kebijaksanaa
4. Teknologi

C. Proses Perubahan
Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.

Proses perubahan, yaitu:
Mengadakan pengkajian.Mengadakan identifikasi.Menetapkan perubahan.Menentukan strategi.Melakukan evaluasi.

2. Langkah-langkah komprehensif dalam proses perubahan ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. 

Langkah-langkah tersebut yaitu:
- Mengenali kebutuhan akan perubahan.
- Menetapkan tujuan perubahan.
- Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan.
- Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan.
- Merencanakan implementasi untuk perubahan.
- Mengimplementasikan perencanaan perubahan.
- Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut.

Referensi
www.wikipedia.com
http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47682796982/perubahan-dan-pengembangan-organisasi
https://dadangpramono.wordpress.com/2013/10/27/perubahan-dan-perkembangan-organisasi/



Desain dan Struktur Organisasi (Teori Organisasi Umum 2)

1. Dimensi strukrur organisasi
A. Kompleksitas, mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.

Diffrensiasi :
a. Diffrensiasi horizontal   ->  merujuk pada tingkat diffrensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan tingkat pendidikan dan pelatihannya.
b. Diffrensiasi vertical  -  merujuk pada kedalaman struktur Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control)
c. Diferensiasi Spasial  - tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan personalia sebuah
organisasi tersebar secara geografis.

B.  Formalisasi, yaitu sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.
Keuntungan adanya standarisasi :
— Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman
— Memudahkan koordinasi
— Adanya penghematan
a. Bersifat eksternal bagi pegawai  ->peraturan, prosedur, dan aturan ditetapkan secara terinci, dikodifikasi, & dilaksanakan melalui pengawasan langsung.
b. Perilaku yang diinternalkan, melalui nilai, norma
Pola perilaku yg diharapkan bagi pekerjaan &
Organisasi.  Misal :melalui pelatihan & budaya organisasi

C. Sentralisasi, tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik  tunggal di dalam organisasi.
-Sentralisasi
-Desentralisasi
       
Hambatan sentralisasi :
— Hanya memperhatikan struktur formal.
— Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.
— Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.
— Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.

 2. Model desain Organisasi

PEMBAGIAN KERJA / spesialisasi
:Proses membagi pekerjaan ke dalam
pekerjaan yang relatif khusus guna
mencapai keunggulan spesialisasi
- Pembagian kerja dapat berdasarkan:
1. Keahlian personal
2. Spesialisasi horisontal
3. Spesialisasi vertikal

Referensi
www.wikipedia.com
http://desain-struktur-organisasi/2013/


                               


Sabtu, 04 April 2015

Tugas 2 Teori Kelompok (Teori Organisasi Umum #2)

A. Pengertian Kelompok
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat “ the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence “. Sedangkan H.Smith menguraikan bahwa kelompok adlah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya melalui cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar angggota kelompok dapat menimbulkan kerja ama apabila masing-masing anggota kelompok :
1. Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
2. Adanya saling menghormati diantara anggota-anggotanya
3. Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
4. Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok
B. Kelompok dan Pengukurannya
Indivudu sebagai insan yang berbudaya menyandang fungsi ganda, yaitu sebagai makhluk individu (biologis) dan sebagai makhluk sosial (social beings). Sebagai makhluk individu, ia sesring diliput oleh kecenderungan-kecenderungan (keinginan-keinginan). Sebagai mkhluk sosial, ia cenderung berkelompok dua orang atau lebih yang mempunyai obyek perhatian yang sama, saling pengaruh-mempengaruhi, memupuk kepercayaan dan loyalitas serta berpartisipasi dalam kegiatan yang sama untuk memenuhi kebutuhannya. Ia menagadakan interaksi dengan individu lainya. Mereka mengembangkan ieolodi kelompok yang mengatur dan mengarahkan sikap dan tindakannya, saling pengaruh mempengaruhi alam memenuhi keputusannya.

1. (Aspek-Aspek Dinamika dalam Kelompok)
Memahami dinamika suatu kelompok berarti memahami kekuatan-kekuatan yang timbul dari berbagai sisi yang terjadi di dalam kelompok. Lewin (1951), Cartwright (1968) dan Schen
(1969) mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan kelompok tersebut meliputi :
1. Tujuan Kelompok
Tujuan Kelompok merupakan alah satu aspek dinamika. Tujuan kelompok merupakan gambaran tentang sesuatu hasil yang diharapkan tercapai oleh kelompok. Proses untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan berbagai usaha meskipun masih sering terlambat, karena kebutuhan dan tujuan setiap anggota berlainan satu sama lain, kebutuhan dan tujuan yang terucapkan sering berbeda dengan yang terasa dan tujuan yang diharapkan tidak selamanya sama
a. Kebutuhan Dasar Individu
Maslow yang terkenal dengan konsep “Dynamic of Human Motivication” berpendapat bahwa motivation and its resultan behavior bersumber dari dalam untuk merespon kebutuhan manusia bervariasi dan tersusun secara hirarhis. Kebutuhan yang lebih tinggi hanya akan ada sebagai motivator dan tidak dapat terwujud bila kebutuhan jenjang di bawahnya belum terpenuhi. Perwujudan diri itulah yang merupakan kebutuhan manusia yang paling fundamental dan yang terpenting.
b. Minat Kelompok
Konsep kebutuhan dan minat sering dipakai secara simultan. Kebutuhan sifatnya lebih mendasar dan bertalian erat dengan motivasi manusia, sedangkan minat lebih dominan dan lebih konkrit. Minat bersumber dari pengalaman hidup seseorang. Pengalaman menunjukan bahwa kelompok-kelompok yang lebih homogen minat dan nilai-nilainya lebih cepat berpartisipasi dari pada yang heterogen, karena yang homogen biasanya memiliki sikap-sikap yang sama.
c. Nilai-Nilai
Agar tujuan-tujuan yang ingin dicapai relevan dengan kepentingan anggota, maka kebutuhan dan tujuan hendaknya diseleksi menurut prioritas kebutuhan. Untuk menentukan dan menetapkan kebutuhan dan tujuan yang “mosturgent”, Rath dan kawan- kawan (Ingalls, 1973) mengajukan tujuh kriteria dalam mengadakan penilaiannya, yaitu :
1. Memilih secara bebas
2. Memilih dari sejumlah alternatif
3. Memilih setelah mempertimbangkan secara teliti mengenai konsekuensi alternatif
4. Menghargai dan menjunjung tinggi apa yang telah di putuskan atau dipilih.
5. Memperkuat dan mensahkan, artinya kita harus bangga terhadap apa yang telah dipilih

Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan.
Tahap 1 - Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

Tahap 2 - Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.

Tahap 3 - Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 - Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

Referensi
erlanggaba.blogspot.com/.../proses-dan-tahap-pembentukan-kelompok
repository.usu.ac.id/.../Chapter%20II.pdf
http://file.upi.edu
www.wikipedia.com

Tugas 1 Komunikasi (Teori Organisasi Umum #2)

A. Pengertian Komunikasi
KOMUNIKASI
Kata atau istilah komunikasi ( dari bahasa inggris “communication” ), secara epistemologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Kata communis memiliki makana “berbagi” atau “menjadi milik bersama” yaitu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi secara terminilogis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi, yang terlibat dalam komunikasi ini adalah manusia.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut dijelaskan secara efektif oleh Effendy bahwa para ahli komunikasi sering mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyannya, The Structure and Function of Communication in Society. Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel to Whom with What Effect?
Paradigma Laswell menunjukan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan, yaitu:
• Komunikator (siapa yang mengatakan?)
• Pesan (mengatakan apa?)
• Media (melalui saluran apa?)
• Komunikan (kepada siapa?)
• Efek (efek apa?)
Jadi, berdasarkan paradigma Laswell, secara sederhana prosese komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu. 

B. Proses komunikasi
Berdasarkan paradigma Laswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:

A. (Proses komunikasi secara primer)
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambing sebagai media. Lambing sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal.
Komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran atau perasaannya ke dalam lambing (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian, komunikan menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti komunikan menafsirkan lambing yang mengandung perasaan dan pikiran komunikator.
Menurut Wilbur Schramm (dalam Effendy,1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference), yakni perpaduan pengalaman dan pengertian yang diperoleh komunikan. Kemudian Schramm juga menambahkan, bahwa komunikasi akan berjalan lancara apabila bidang pengalaman komunikator sama dengan dengan bidang pengalaman komunikan. Sebagai contoh: si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan sangat mudah dan lancaraapabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan dengan si B yang juga sama-sama mahsiswa. Seandainya si A membicarakan hal tersebut dengan si C yang yang seorang pemuda desa tamatan SD tentunya proses komunikasi tidak akan berjalan lancar.

B. (Proses komunikasi secara sekunder)
Proses komunikasi secara sekunder adalah prosese penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambing sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media ke daola dua komunikasi karena komunikan sebagai sarana berada di tempat yang relative jauh atau jumlahnya banyak. Surat, te;epon fax, radiao, majalah, dll merupakan media yang sering digunakan dalan komunikasi.

1. Tingkatan Komunikasi
a) Komunikasi intrapersonal
Komunikasi intrapersonel adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.

b) Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisalebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.
Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik. Begitupun, komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Komunikasi bukan hanya sekedar menyampaikan isi pesan, namun juga menentukan kadar hubungan interpersonal. Memahami proses komunikasi interpersonal menuntut pemahaman hubungan simbiotis.

C. (Proses komunikasi efektif)
• Menyampaikan pesan
media, cara, gaya, suasana
• Respon aktif terhadap pesan
memberikan perhatian – mendengarkan
memberikan perhatian – mendengarkan
aktif
• Suasana komunikasi
harmonisasi, respek
• Kesepahaman untuk berperilaku

Referensi
www.wikipedia.com
krk271.weblog.esaunggul.ac.id
file.upi.edu
http://google.com