Selasa, 03 Mei 2016

Penalaran Deduktif dan Induktif

Untuk dapat menemukan pokok -pokok informasi yang disampaikan dengan mudah, maka kita bisa membuat rangkuman atau simpulan dari informasi tersebut. Menyimpulkan berarti menyusun atau membuat ikhtisar informasi dengan menggunakan beberapa kalimat yang singkat dan padat.
Penyusunan simpulan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara pendekatan, yakni induksi dan pendekatan deduksi. Induksi berisfat genearlisasi, sedangkan deduksi bersifat spesifikasi atau pengkhususan. Dalam hal penalaran, baik induksi mau pun deduksi ini ebkerja sama. Artinya, hal -hal khusus menuntun menuju generalisasi, dan generalisasi ini kemudian menggiring pada penerapan atau spesifikasi.
Ketika kita menerapkan generalisasi yang dihasilkna dari penalaran induktif, maka saat itu kita juga melakukan penalaran deduktif. 


Penalaran Deduktif

Pola penalaran deduktif diawali dengan cara mengemukakan pernyataan yang umum lalu diiukit dengan pernyataan -pernyataan khusus. Penalaran deduktif ini terdari dari tiga bentuk, yakni : (1) silogisme, (2) sebab -akibat -akibat, (3) dan akibat -sebab -sebab.

Tiga bentuk penalaran deduktif:
(1) silogisme
Silogisme merupakan proses pengambilan simpulan yang dilakukan dengan cara mengungkapkan terlebih dahulu pernyataan yang bersifat umum atau premis umum. Kemudian disusul dengan pernyataan khusus atau premis khusus.

(2) sebab -akibat -akibat
Pola ini diawali dengan pengungkapan fakta yang merupakan sebab, kemudian disusul dengan simpulan yang berupa akibat.

(3) akibat -sebab -sebab
Pola ini dimulai dengan pernyataan yang merupkaan akibat. Baru berikutnya ditelusuri penyebabnya.

Contoh  Penalaran Deduktif:
-Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
kesimpulan —> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
Ada 2 macam penalaran deduktif
Menarik simpulan secara Langsung
Menarik simpulan secara Tidak Langsung
menarik Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis. sedangkan menarik secara tidak langsung merupakan kebalikan dari secara langsung dimana pada secara tidak langsung membutuhkan 2 buah premis sebagai datanya.

Penalaran Induktif

Pola penalaran induktif merupakan penalaran yang dimulai dari pengungkapan hal -hal yang khusus, kemudian ditarik suatu simpulan yang bersifat umum. Pola -pola penalaran induktif ini terdiri dari pola yang meliputi : (1) generalisasi, (2) sebab -sebab -akibat, (3) akibat -akibat -sebab, (4) analogi.

Pola penalaran induktif :
(1) generalisasi
Generalisasi merupakan pengambilan simpulan umum yang berdasarkan pada fakta dan data yang bersifat khusus. Data dan fakta ini diperoleh melalui penilaian, pengamatan atau pun hasil survey.

(2) sebab -sebab -akibat
Pola ini dimulai dengan mengemukakan fakta -fakta yang menjadi sebab. Kemudian ditarik kesimpulan yang merupakan akibat.

(3) akibat -akibat -sebab
Pola ini dimulai dengan mengungkapkan fakta -fakta yang merupakan akibat, kemudian dikemukakan peristiwa yang menjadi penyebabnya.

(4) analogi
Analogi merupakan pola pengambilan simpulan yang dilakukan dengan mengambil kesamaan dari suatu hal yang diperbandingkan. Biasanya, dua hal atau lebih yang dibandingkan dianggap memiliki kesamaan sifat dasarnya.

Contoh Penalaran Induktif :
Masalah pengangguran merupakan masalah serius yang harus diselesaikan pemerintah, seperti beberapa waktu lalu diberitakan dimedia cetak dan ibu kota, bagaimana ribuan pencari kerja hars berdesakan bahkankan pingsan untuk mendapatkan pekerjaan. Menurut laporan media cetak hal ini terjadi karena dalam waktu dekat ini banyak perusahaan menufaktor yang akan tutup. Sehingga harus melakukan PHK. Selain itu minimnya kahlian atau rendahnya kualitas SDM menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran diibukota.
Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin)
Bola billiar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak).

Sumber:

Resensi Film Avengers: Age of Ultron

Avengers Age of Ultron.jpg

SutradaraJoss Whedon
ProduserKevin Feige
SkenarioJoss Whedon
BerdasarkanThe Avengers
karya Stan Lee
Jack Kirby
Pemeran
MusikBrian Tyler
SinematografiBen Davis
Perusahaan
produksi
DistributorWalt Disney Studios
Motion Pictures
Tanggal rilis
Durasi141 menit
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
Anggaran$279.9 juta
Pendapatan kotor$1.383 milyar


Avengers: Age of Ultron adalah sebuah film pahlawan super berdasarkan komik Avengers, produksi Marvel Studios dan didistribusikan oleh Walt Disney Studios Motion Pictures. Film ini merupakan sekuel Dunia Sinematik Marvel dari Marvel's Avengers. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Joss Whedon dan dperankan oleh Robert Downey, Jr.Chris HemsworthMark RuffaloChris EvansScarlett JohanssonJeremy RennerDon CheadleAaron JohnsonElizabeth OlsenPaul BettanyCobie SmuldersStellan SkarsgårdJames Spader, dan Samuel L. Jackson.

Sinopsis

Film ini dibuka dengan adegan para Avengers menyerang markas Hydra yang dipimpin oleh Baron Wolfgang von Strucker. Target utama mereka adalah merebut tongkat Loki yang digunakan Hydra untuk bereksperimen membentuk manusia super. Usaha mereka berhasil, tongkat Loki dapat direbut.
Sebagai ilmuwan, Tony Stark atau Iron Man memiliki ketertarikan khusus pada tongkat Loki. Ia ingin melengkapi program pelindung yang ia sebut ULTRON. Ia mendapat izin dari Thor untuk meneliti tongkat tersebut. Bersama Bruce Banner (Hulk), Tony mendapati otak super komputer di tongkat Loki yang massanya lebih besar daripada otak komputer JARVIS milik Tony. Kedua otak komputer ini dihubungkan secara offline. Ketika mereka terhubung, otak dalam permata Loki menguasai otak Jarvis yang penuh informasi misi Avengers. Hasilnya, Ultron yang digagas Tony memiliki otak super canggih dengan informasi kehancuran yang dibuat para Avengers. Ultron berfikir bahwa bumi dalam bahaya dan ia harus menyelamatkan bumi meski harus membunuh lebih banyak manusia di prosesnya. Untuk mengalahkan seluruh Avengers, sebuah tubuh super canggih harus dibuat. Ultron dan si kembar, Pietro Maximoff (Quicksilver) dan Wanda Maximoff (Scarlet Witch) bersatu untuk satu tujuan ini.
Ketiganya ke Afrika untuk mengambil Vibrarium (besi imaginer yang digunakan untuk membuat perisai Captain Amerika). Di sini mereka diserang oleh Avengers yang tahu rencana mereka. Wanda memanipulasi otak mereka dan mengacaukan pertarungan. Masing-masing Avengers (kecuali Iron Man dan Hawkeye) melihat ketakutan terbesar mereka. Namun sebenarnya, sasaran utama Wanda adalah Hulk yang sulit dikendalikan. Hulk mengamuk dan membuat banyak kehancuran di kota. Hanya tersisa Iron Man yang terpaksa mengeluarkan program VERONICA yang memang disiapkan untuk menahan kemarahan Hulk jika tidak ada Natasha Romanov. VERONICA adalah Iron Man raksasa seukuran Hulk.
Dunia mengutuk para Avengers atas kehancuran kota. Para Avengers sendiri juga perlu menjernihkan pikiran mereka yang dimanipulasi oleh Wanda. Mereka bersembunyi di rumah Hawkeye yang ternyata memiliki istri dan anak. Para Avengers yang hebat bersembunyi sampai akhirnya Fury datang untuk membujuk mereka kembali. Banner memutuskan mengundurkan diri dari Avangers jika Ultron sudah terkalahkan. Romanov menyatakan akan menemaninya kemana pun.
Setelah bahan dasar vibrarium didapat, Ultron dan si kembar memaksa Dr Helen Cho untuk membuat tubuh baru untuk Ultron. Gabungan dari teknologi temuan DrCho, vibranium dan permata di tongkat loki bisa membentuk tubuh sempurna Ultro yang tak terkalahkan. Ketika Ultron mulai memasukkan dirinya ke tubuh itu, Wanda melihat tujuan Ultron adalah untuk menghancurkan dunia. Si kembar memutuskan bergabung dengan para Avengers untuk merebut tubuh baru diciptakan Ultron. Mereka berhasil merebutnya dan mengirim ke Tony Stark. Sekali lagi, atas nama perdamaian, Tony Stark mengupload Jarvis ke dalam tubuh tersebut. Para Avengers sempat saling berselisih. Kali ini Tony Stark didukung Thor yang mengetahui permata di tongkat Loki adalah satu dari 7 permata infinite di dunia. Penciptaan robot ini bagian dari visi yang dilihat oleh Thor. Robot baru ini bernama Vision. Setelah yakin Vision di pihak mereka, para Avengers dan sekutu baru segera berangkat ke Sokovia kembali untuk menggagalkan rencana Ultron menghancurkan dunia.
Pertarungan terakhir antara Ultron Jahat dengan semua Avengers dan sekutu baru mereka di mulai. Diawali dengan mengungsikan seluruh penduduk keluar dari Sokovia. Mereka harus bertarung dengan ribuan robot ciptaan Ultron.

Sumber